LSI: Elektabilitas Jokowi Turun drastis karena Kampanye SARA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tren elektabilitas calon presiden Joko Widodo yang makin menurun tak lepas dari serangan kampanye hitam yang berbau SARA. Mulai terlihat menyurutnya dukungan pemilih muslim kepada Jokowi berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 1-9 Juni 2014 lalu.

Dalam survei LSI terakhir itu, tingkat dukungan pemilih muslim kepada Jokowi-JK berkisar 43,3 persen. Jumlah ini menurun jika dibandingkan pada awal Mei 2014, LSI mencatat tingkat dukungan terhadap Jokowi dari kalangan pemilih muslim mencapai 48,5 persen.

Peneliti LSI Fitri Hari mengungkapkan turunnya tingkat dukungan Jokowi dari pemilih muslim tak lepas dari serangan kampanye SARA yang dialamatkan kepada Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu.

“Jokowi sebelumnya disebut nonmuslim ada juga yang bilang PKI. Meski ada juga kampanye hitam di Prabowo, tapi dampaknya lebih banyak terjadi di kubu Jokowi untuk segmentasi pemilih Islam,” ujar Fitri usai jumpa pers di Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Di sisi lain, lanjut Fitri, kubu Prabowo juga terus melakukan kampanye positif dengan meningkatkan citranya sehingga dukungan terhadap Jokowi teralihkan ke Prabowo. Dilihat dari kategori pemilih Islam, dukungan terhadap Prabowo meningkat dari 34,7 persen pada awal Mei 2014 menjadi 41 persen pada awal Juni ini.

Sementara, tingkat dukungan dari pemilih beragama protestan dan lainnya, Jokowi-JK menang mutlak dari Prabowo yakni dengan tingkat dukungan sampai 67,6 persen. Sementara Prabowo-Hatta hanya mendapat 15,5 persen dari kategori pemilh itu.

Fitri melanjutkan, kampanye hitam yang dialamatkan kepada kandidat capres tertentu kini cukup dipercayai rakyat. Tingkat kepercayaan pemilih terhadap isu kampanye hitam mencapai 20 persen meski akhirnya isu itu banyak yang tak terbukti. “Tapi mereka sudah terlebih dulu percaya,” ujarnya.

Faktor yang menyebabkan masyarakat mudah percaya kepada kampanye hitam, papar Fitri, adalah adanya perbedaan cara konsumsi media. Bagi masyarakat yang memiliki cukup pendidikan, maka mereka tidak akan mudah terperdaya informasi yang beredar. Sementara bagi yang berpendidikan rendah, mereka akan cenderung menelan mentah-mentah informasi yang didapat.

Secara umum, elektabilitas Jokowi-JK masih teratas dengan tingkat dukungan 45 persen. Sementara pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapat dukungan 38,7 persen. Namun, jarak antara keduanya semakin dekat yakni hanya berkisar 6 persen.

Short URL: http://suara.garutonline.com/?p=1241

Leave a Reply

Space Kosong

Search Archive

Search by Date
Search by Category
Search with Google

Iklan 120×200

Copyright 2012-2013 Garut Online Communication Hosted by : Hosting Garut Online